Kisah Pemuda Kekinian Ngurusin Jamban

hanalfa.com: Hewan dan manusia memiliki kesamaan, yakni adanya siklus untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK).  Perbedaanya, hewan buang kotorannya di mana saja dan tidak memikirkan rasa malu, apalagi dampak lingkungan sekitar. 

Sedangkan makhluk yang memiliki karunia berpikir itu wajib perlu punya ruang khusus untuk membuang hajatnya, yakni  toilet. Kondisi toilet juga harus bersih, tidak mampet, ada air, penampung kotorannya harus septic tank yang kedap. Supaya, saat buang hajat nyaman, privasi terjaga, dan tidak mencamari lingkungan. 

Terlebih lagi toilet umum. Fasilitas itu sangat krusial bagi manusia yang kebelet untuk membuang hajat. Namun, posisi sedang tidak berada rumah, seperti di pasar, rest area, SPBU, dan lainnya.  

Sayangnya, toilet umum seringkali ditemui dengan kondisi tidak terawat. Seperti halnya, di salah satu Kampung Gudang Agen, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan.

1. Pemuda Kekinian Ngurusin Jamban

Kisah Pemuda Kekinian Ngurusin Jamban
Pemuda kekinian tidak selalu identik dengan sibuk merapihkan feed di media sosial (Medsos) atau sekadar ikut-ikutan euforia yang lagi ramai diperbicangkan. Sisi lain, ada juga pemuda kekinian bergerak ngurusin permasalahatan jamban.

Pemuda yang dimaksud adalah para anggota yang tergabung di dalam Komunitas Youth Sanitation Concern (YSC). Mereka berkalaborasi bersama pemuda Kampung Gudang Agen untuk melakukan rehabilitasi toilet umum setempat.

Ketua YSC Khorik Istiana menyebut kondisi sanitasi di Kampung Gudang Agen sudah memprihatinkan. Dia mengatakan tujuan melakukan rehabilitasi toilet umum setempat untuk mendorong warga mengakses toilet yang sehat dan supaya tidak BAB sembarangan.

"Kurang lebih rehabilitasi selama dua minggu rehabilitasi itu udah sama pemasangan pompa tenaga surya dengan masing -masing satu toilet pria dan wanita," ucapnya.

2. Sanitasi Layak Bantu Pencegahan Covid-19

Kisah Pemuda Kekinian Ngurusin Jamban

Kegiatan yang dilakukan para pemuda kekinian itu masih dalam rangkaian Millenials Fight Covid-19. Menurut Khorik dengan adanya sanitasi yang layak dapat membantu pencegahan Corona Virus Disaese (Covid-19). Pasalnya Masyarakat dapat dengan mudah akses untuk melakukan cuci tangan pakai sabun.

Khorik --sapaannya-- menyebut selain melakukan rehabilitasi toilet. Hal lain yang dilakukan adalah membuat sarana cuci tangan pakai sabu, sosialisasi dan kampanye cuci tangan secara langsung dan lewat video. Serta ada Focus Grop Discusioon (FGD) membahas untuk adanya kelompok pengelola sarana dan prasarana yang telah dibuat. 

Dia berharap bahwa kegiatan itu masyarakat dapat membiasakan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah terbangun. "Toilet setelah dilakukan direhabilitasi. Hal itu merupakan part of  kegiatan kampanye kami. Kampanye untuk menekan penyebaran Covid-19. Sebab, toilet sehat adalah kebutuhan manusia dan penunjang," ujarnya.

3. Gandeng Kerja Sama Sampai Pihak Luar Negeri   

Kisah Pemuda Kekinian Ngurusin Jamban
Pada proses pelaksanan YSC juga bekerjasama dengan pihak luar negeri,  yaitu International Water Secretariat of the Swiss Agency for Development  and Cooperation dan pendampingan SNV Netherland Development Organisation. Serta para aparatur dan warga wilayah Kampung Agen, Pesawahan,  Telukbetung Selatan dan dua mahasiswa.

Camat Teluk Betung Selatan Ichwan Adji Wibowo mengatakan jamban sehat merupakan hal penting bagi manusia. Dia mengucapkan terima kasih dengan pihak YSC telah berinisiatif merehabilitasi toilet dengan melibatkan warga Gudan Agen 047.  

"Imbau masyarakat untuk cara kita terima kasih dengan para anggota komunitas YSC adalah dengan harus menjaga dan merawat toilet yang sudah direhabilitasi ini," ujarnya.

3. Posyandu dan Pos Ronda Jadi Sasaran

Kisah Pemuda Kekinian Ngurusin Jamban
Tak hanya dinding toilet saja yang dipercantik dengan lukisan-lukisan  mural. Dinding Posyandu dan Pos Ronda setempat juga jadi sasaran YSC untuk dilukis. 

Pelakunya adalah Mouri. Dia mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) yang bisa melukis mural. Tentunya Mouri tidak sendirian. Dia membantu mendampingi pemuda setempat  untuk mempercantik dinding dan memiliki pesan dalam lukisan muralnya.

Contohnya dalam lukisan mural itu ada kalimat begini. "Datang Buru-Buru Pergi Siram Dulu" dan "Ayo ke Posyandu". Serta, gambar laut yang bersih jadi nuansa lukisannya.

4. Peresmian Hasil Rehabilitasi Toilet

Kisah Pemuda Kekinian Ngurusin Jamban
Rangkaian panjang yang dimulai sejak akhir Agustus itu, ditutup dengan melakukan peresmian toilet yang sudah rampung direhabilitas. Acara peresmian itu dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita.

Kegiatan penutup tersebut berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes), Minggu (21-11-2020). Ketua RT 047 Gudang Agen Nur Azizah berterimakasih kepada YSC untuk melakukan bersama-sama merehabilitasi toilet setempat. 

"Saya selaku ketua RT 057 Gudang agen berharap kepada seluruh warga yang dianungi saya. Khususnya yang memakai toilet agar harus merawat dan menjaga kebersihan toilet. Supaya tetap nyaman dipakai dan tahan lama," ujarnya.

5. Informasi YSC

Kisah Pemuda Kekinian Ngurusin Jamban
YSC adalah komunitas yang berasal dari Lampung. Komunitas yang terbentuk 2018 itu berfokus mengenai isu sanitasi.

Awal beridiri hasil dari kegiatan Youth Sanitation Camp yang diinisiasi oleh Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV). Para anggota komunitas adalah kalangan pemuda.

Komunitas YSC dinakhodai Khorik Istiana. Contoh-contoh kegiatan mereka, melakukan webinar berbagai pembahasan terkait sanitasi, ada manajemen kebersihan menstruasi (MKM) di sekolah, diskusi dengan para instansi, lomba video, takura, dan masih banyak lagi. Intip media sosial YSC, Instagram dan Twitter :ysc_id, website: yscindonesia.org  (Penulis: Alfanny Pratama).

Belum ada Komentar untuk "Kisah Pemuda Kekinian Ngurusin Jamban "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel