Bertema Potret Wanita Pengunduh Damar, Cut Trimaha Rani Raih Kostum Terbaik Ajang Putri Indonesia Kebudayaan 2021

Hanalfa.com: Seorang perempuan yang mencoba lepas dari bayang-bayang masa lalu. Dia akan terus berkarya, tak gentar berjuang, inilah kisah perjalanan Cut Trimaha Rany (Putri Budaya Lampung).

Kini Cut Trimaha Rany sudah berusia 21 tahun dan sudah berhasil membawa nama Lampung hingga tingkat nasional di ajang Putri Kebudayaan Indonesia 2021. Cut --sapaan akrabnya-- telah berhasil meraih gelar yang bergensi. 
Gelar yang dimaksud adalah Best Tradisional Costume dan masuk dalam jajaran Top 12 Putri Indonesia Kebudayaan Lampung. Perlu diketahui saat meraih Best Costume Traditional di ajang Putri Kebudayaan Indonesia Cut mengusung tema kebudayaan Lampung.

Tema itu terinspiriasi dari wanita saat di repong damar.  Baju itu dirancang oleh Hasabi Couture Fashion. 

Lalu busana tersebut Cut didesikan bagi seluruh perempuan Se-Indonesia. Khususnya perempuan Lampung di daerah Pesisir Barat.

Makna kostum Potret Wanita di Repong Damar memiliki analogi bahwa para perempuan yang sudah menikah di wilayah tersebut masih melakukan pekerjaan mengambil getah damar di kebun. Lalu suami menunggu di rumah dan memiliki tugas lain, yakni menjual getah di pasar yang menandakan jika derajat suami lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Cut melalui perjalanan panjang, berliku, dan tak pernah menyerah membuktikan tak ada kata terlambat untuk merajut cita-cita. Duluya Cut pernah menjadi bahan ejekan pada masa sekolahnya. 

Pada awalnya Cut sama sekali tak memperdulikan ejekan teman di sekolahnya. Mereka memanggil Cut dengan ejekan 'Gajah Lampung' atau 'ibu yang sudah memiliki tiga anak'.

Lama-kelamaan kata-kata tersebut berkecamuk dalam relung hati Cut. Kini Cut mulai menyadari jika ia harus memperhatikan penampilan pada dirinya. Menurut Cut, kecerdasan saja tak cukup agar mendapat tempat di hati masyarakat yang umumnya melihat perempuan dari sisi penampilan.

Oleh sebab itu Cut berkompetisi di ajang kontes kecantikan yang merupakan pengalaman pertama baginya. Sebelumnya, putri bungsu dari tiga bersaudara ini aktif berkiprah di berbagai hal.

Misalnya di dunia anak dan perempuan. Sejak masih SMP Cut ternyata sudah ikut anggota forum anak di tanah kelahirannya, Lampung Utara (Lampura). 

Alhasil Cut pun dipercaya sebagai Duta Anak Provinsi Lampung. Ternyata tak hanya itu pernah juga Ketua Forum Anak Daerah Lampung, dan Forum Anak Nasional. 

Terakhir yang paling membanggakan baginya ada sesuatu momen. Saat itu ketika Cut menjadi fasilitator Forum Anak Masional di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selain sering diejek teman sekolahnya, Cut juga merupakan korban broken home dan verbal bullying.
Hal itu sampai-sampai membuat dirinya depresi. Diperparah lagi ia harus menahan perihnya kehidupan di tahun 2015, soalnya ibu dan ayah Cut bercerai.

Dengan kondisi begitu kemudia menjadi alasan bagi Cut bergabung ke Forum Perlindungan Anak dan Perempuan. Tujuannya dia memiliki akses kepada pemerintah untuk membantu anak-anak Se- Indonesia lain yang seharusnya bisa berkembang dan mendapatkan kasih sayang lebih baik. 

Lalu Cut menyadari tak bisa melakukan perubahan besar. Akan tapi dari itu ia berinisiatif melakukan hal-hal kecil yang setidaknya menjadi barometer untuk orang lain. 

Ibu Cut turut memberi kepercayaan penuh kepadanya untuk melakukan hal apapun yang dia mau. Asalkan tetap dalam batas wajar dan tidak melanggar norma hukum. 

Cut bahkan pernah sempat tinggal di panti asuhan dan berkawan anak jalanan. Beranjak dari zona nyaman yang tidak peduli dengan penampilan dan merawat diri.  

Ternyata perjuangannya itu ternyata tak seindah yang dibayangkan. Mulanya Cut berhasil menurunkan berat badan dari 85 kilogram (kg) sampai 67 kg akan tapi tetap saja tuntutan orang lain menginginkan kesempurnaan darinya.

Orangtua Cut berasal dari Palembang-Bandung. Cut tetap bersyukur jika di dalam dirinya masih tertanam sikap tak ambil pusing dengan omongan orang lain. 

Lalu dia tak memedulikan komentar tersebut terlebih netizen. Cut hanya berucap syukur jika masih banyak yang memperhatikan penampilan yang dia pakai.

Sehabis sukses sebagai Puteri Budaya Lampung. Cut memiliki visi jangka panjang.

Dia akan tetap melakukan advokasi yang berhubungan dengan anak dan perempuan. Kedua Cut juga ingin mencari pekerjaan dan mengumpulkan uang untuk biaya kuliah.

Soalnya Cut sedang memasuki semester tiga di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Impian yang ingin dia capai meraih beasiswa di luar negeri dan menjadi anggota dewan sebelum ia menuju jenjang pernikahan.

Ini pesan Cut kepada para perempuan agar jangan pernah berkecil hati saat menerima hujatan, ejekan, hinaan, dan lainnya. Menurutnya, perlakuan yang tidak menyenangkan bagi kita terkait penampilan harus dibuktikan untuk membungkam orang yang telah mengejek kita. 

Baginya, terkadang diam bukanlah emas, justru memberi peluang bagi kita untuk membuktikan kepada semua orang bahwa kita juga memiliki hak atas diri kita sendiri. 

Kutipan kata-kata Cuti, The struggle you’re in today is developing the strength you need for tomorrow. Don’t give up. 

Penulis: Rahmi Dwi Alyani

Iklan Tengah Artikel 1