Memaknai Kostum Sebagai Penyampai Pesan Tanpa Bersuara

Hanalfa.com: Ajang Miss Universe 2020 kali ini saya tak ketinggalan untuk menyaksikannya. Terlebih saat momen penampilan kostum nasional dari 74 negara.

Para perwakilan tiap negara tampil secara satu persatu di depan juri serta penonton yang melihat melalui live streaming. Saya yang berasal dari Indonesia tentu tak hanya menunggu RR Ayu Maulida karena perwakilan tanah air di Miss Universe 2020. Melainkan melihat secara keseluruhan.

Biasanya tiap negara kostum nasionalnya bertema ciri khas bangsa tersebut. Misalnya yang kemarin saya lihat, Indonesia bertema Komodo Dragon.  

Lalu, Thailand dengan tema Siamese Fighting Fish (Ikan Cupang khas Thailand). Serta masih banyak lainnya.

Secara awam tentu saya melihat kostum nasional tersebut sangat menakjubkan. Selain takjub, saya fokus menangkap pesan apa yang ingin disampaikan melalui pakaian tersebut.

Bila tahu kekhasan atau keunikan negara akan membantu pesan apa yang akan disampaikan. Sebagai contoh, kalau Indonesia karena bertema Komodo itu jelas ingin memberi tau atau kampanye ihwal hewan purba dan langka tersebut. 

Dua Kostum Nasional yang Curi Perhatian

Di sisi lain, ternyata ada dua baju yang mencuri perhatian saya, yaitu perwakilan asal Myanmar dan Singapura. Dua negara Asia Tenggara itu bikin terdiam (speechless), mungkin jutaan dunia juga.

1. Nasional Kostum Perwakilan Singapura

Perwakilan Singapura memakai gaun berwarna merah putih sesuai warna bendera kebangsaannya. Nah pada sisi jubah belakangnya ada bertuliskan Stop Asian Hate.

Pesan kostum nasional yang biasanya tersirat melalui tema pakaian. Kali ini saya baru liat yang secara terang benderang karena melalui tulisan. "Wah keren," gumam saya saat nontonnya.

Negara yang memiliki wiliyah tak luas dan jumlah penduduknya tergolong tidak banyak. Namun, berani mengkampanyekan isu masalah dunia tersebut.

Terlebih itu even internasional, sehingga sangat pas untuk mengampayekan  karena ada perwakilan dari Benua Amerika dan Eropa. Tentu kita tau tujuannya supaya tidak ada lagi kebencian, stereotip, marginalisasi terhadap orang Asia.

Bagi yang belum tau, kampanye Stop Asian Hate ini viral pasca ada poster menggambarkan wajah para personil BTS seperti Garbage Pail Kids

2. Nasional Kostum Perwakilan Myanmar
Perwakilan Myanmar Thuzar Wint Lwin memakai pakaian khas negara tersebur sembari membawa kertas bertuliskan  Pray For Myanmar. Gestur tubuh dan raut muka Thuzaf Wint Lwim menambah suasana haru.

Saya melihat hampir paket komplet, tak hanya pakaian tapi semua unsur penyampaian pesan dipakai olehnya. Seperti, bahasa tubuh dan tulisan. 

Oleh sebab itu saya menangkap 'citra suasana' saat ini di Myanmar yang disampaikan oleh Thuzaf Wint Lwim. Ternyata saat pengumuman, perwakilan Myanmar yang menjadi pemenang kostum nasional Miss Universe 2020.

"Terima kasih banyak pada mereka yang memilih (Myanmar sebagai) Kostum Nasional Terbaik. Ini lebih dari sekadar kostum. Itu adalah pesan, semangat, dan solidaritas," tulis Thuzar Wint Lwin di Instagramnya.

Kostum Bukan Hanya Keindahan Saja

Latar belakang saya suka nonton kostum nasional bukan karena suka fashion. Akan tapi, ingin melihat makna pesan yang disampaikan melalui pakaian dan aksesoris yang dipakai.

Soalnya dari dulu suka menafsirkan sebuah pesan pemaknaan. Seperti dari benda-benda, pakaian, simbol, indeks, ikon, bahasa tubuh, dan masih banyak laiinya. Hal itu biasanya ada yang dipelajardalam petanda dan penanda pada ilmu Semiotika.

Terakhir, ternyata benar menikmati kostum itu bukan hanya keindahan, keseksian, keanggunan, tapi pesan apa yang ingin disampaikan. Seperti kata  Thuzar Wint Lwin "Ini lebih dari sekadar kostum. Itu adalah pesan, semangat, dan solidaritas," kutip pernyataan pemenang kostum nasional terbaik Miss Universe 2020. (Penulis: Alfanny Pratama)

Belum ada Komentar untuk "Memaknai Kostum Sebagai Penyampai Pesan Tanpa Bersuara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel