Iklan Header

One Piece dan Abad Kekosongan

Cerita One Piece sendiri merupakan cerita manga yang dikemas dengan begitu apik karena banyak sekali unsur yang dimasukkan ke dalam ceritanya. Cerita anime ini bukan hanya berkisah mengenai petualangan bajak laut topi jerami dalam mencari Harta karun Gold D Roger . Melainkan juga termasuk cerita bajak laut dunia nyata, tentang pemerintah dunia One Piece, dunia bawah, perdagangan illegal serta sejarah yang tepatnya dalam dunia One Piece tentang Abad kekosongan.

One piece merupakan harta karun milik Gol D Roger yang diungkapnya saat waktu eksekusinya di Logue Town  yang membuat banyak sekali bajak-laut bajak laut baru turun kelautan menjadi bajak laut untuk kemudian menemukan harta Gol D Roger tersebut. Tidak pernah ada yang mengetahui atau samapai saat ini belum diungkap apa yang menjadi harta yang membuat dunia One Piece tersebut menjadi kacau. Hal ini karena antusiasme dari banyaknya bajak laut yang ingin mendpatkannya karena bajak laut Gol D Roger sendiri merupakan bajak laut yang begitu terkenal, bahkan saat itu Gol D Roger merupakan raja bajak laut.
One Piece dan Abad Kekosongan

Baca juga: 3 Tipe Buah Iblis Terkuat di One Piece

Jadi begitu besar kemungkinan bahwa Harta tersebut juga adalah sesuatu yang besar. Bahkan pernah ada kabar diantara fans yang menyebut apabila mendapat harta karun ini akan mampu menantang pemerintah dunia. Saat ini pemegang kekuasaan tertinggi dunia One Piece adalah Pemerintah Dunia. Hal ini juga didukung dengan pernyataan Roger saat diopening waktu dibacakan narasi saat One Piece akan dimulai. Narator di sana  mengatakan kejayaan, kekayaan,  bagi siapa yang ingin mendapatkannya lalu scene dipotong menjadi One Piece.

Berbicara tentang abad kekosongan hal ini pertamakali disinggung saat flashback cerita Robin saat dipulau Ohara. Robin kecil yang sangat inginmenjadi arkeolog selalu sembunyi-sembunyi mengambil buku di perpustakaan desa Prof Clover. Saat itu Robbin menggunakan kemampuan hana-hana No Mi milikinya bagar tidak ketahuan saat mengambil buku. Saat itu menjadi seorang arkeolog dianggap masih terlalu muda untuk usia Robin.

Baca juga: Kekuatan Baru Raid Suit Sanji Hasil Modifikasi Usop dan Franky

Hal ini menimbang terlalu berbahayanya profesi ini untuk dijalankan. Karena saat itu pemerintah sendiri telah menetapkan siapapun yang meneliti poneglyf (sebuah prasasti berbentuk batu yang tertulis dengan tulisan kuno untuk menjelaskan sesuatu yang terjadi di abad kekosongan) akan dianggap kriminal. Karena menurut pemerintah batu-batu itu menjelaskan letak senjata yang dapat memusnahkan umat manusia, yaitu senjata kuno. Poneglif sendiri tidak bisa dihancurkan sehingga sampai kini keberadaannya masih ada di dunia One Piece, hanya saja letaknya yang tidak diketahui.

 Para peneliti Ohara meneliti melanggar untuk meneliti Poneglif tersebut, untuk sekaligus mengungkap apa yang terjadi pada abad kekosongan, sehingga akhirnya pemerintah memusnahkan para peneliti Ohara beserta desanya, dan menganggap mereka kriminal. Meski saat itu peneliti Ohara sebenarnya sudah memiliki kesimpulan terhadap abad kekosongan. Beruntung Robin selamat dlam tragedi itu. (Penulis: Rocky Irfan)

Belum ada Komentar untuk "One Piece dan Abad Kekosongan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel